Bali, setelah kejadian itu
aku gemetar kedinginan karena sengaja merendam kakiku berlama-lama dalam indahnya pantai pandawa, pantai yang sudah menjadi saksi bisu dari kerapuhanku kala itu. ada sedikit penyesalan karena aku mengatakan hal yang seharusnya hanya menjadi milikku. ada sebuah kemarahan pada semesta karena dia membuat aku dan dia bersua tanpa rasa yang sama. sudah terlampaui jauh tapi hanya aku yang merasa, entah dia tidak merasa atau tidak peduli aku juga tidak tahu. 2 tahu sudah aku menyimpan rasa itu, dengan sebuah kalimat "endingnya ada di akhir tak perlu di cemaskan sekarang" aku menyesal, sangat karena cepat atau lambat aku harus bersiap. tanganku menyentuh jari-jari kakiku yang sudah mengeriput, kedinginan. tapi aku masih enggan mengangkatnya keluar dari air. karena sepotong hati ini juga sudah tercelup dalam penyesalan yang takkan pernah bisa di angkat. "Tuhan!!!", teriakku "kenapa kau ciptakan dia dengan begitu indah, bahka...